Tuesday, July 13, 2021

Bagaimana Cara Memulai Toilet Training?



Dalam menerapkan toilet training anak, dibutuhkan kesabaran ekstra dari orang tua. Sebab, proses pembelajaran setiap anak tentu berbeda satu sama lain. Ada anak yang siap lebih cepat, ada pula yang lebih lambat. Namun, Moms tak perlu membandingkan anak dengan anak lainnya. 


Nah, Moms tak perlu bingung, karena berikut merupakan penjelasan bagaimana  memulai toilet training. 


Memulai Toilet Training

Untuk dapat melaksanakan toilet training yang konsisten, diperlukan perencanaan yang akan disepakati seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengasuhan anak. Misalnya anggota keluarga ataupun baby sitter. 


Selain itu, penting juga untuk mengetahui dan memperhatikan bagaimana perilaku ataupun temperamen anak. Perhatikan juga waktu yang sekiranya tepat dalam sehari untuk memperkenalkan penggunaan toilet. Tidak lupa pula dukungan orangtua terhadap anak.


Tahap toilet training meliputi penyampaian maksud buang air, menyiram toilet, mencuci tangan, dan mengenakan pakaian kembali. Buatlah suasana pengalaman belajar yang menyenangkan dan bersifat alami pada Si Kecil. 




Dorong rasa percaya diri anak agar dapat melakukannya sendiri. Jangan lupa untuk memberikan pujian setiap anak berhasil menyelesaikan tahapannya. Pendekatan yang baik akan membuat Si Kecil tidak merasa tertekan atau tidak nyaman akibat dipaksa.


Mungkin sesekali anak akan tetap buang air di celana. Hal ini wajar terjadi, dan sikap terbaik untuk menanggapinya ialah tetap mendukung seperti biasanya. Hindari reaksi berlebihan yang menyebabkan anak tertekan akibat kemunduran kemampuannya. Apabila keadaan Si Kecil telah normal ia akan dapat kembali kepada kemampuan yang sudah dicapainya.

 

Setelah buang air besar, jangan lupa untuk melihat kotoran yang dikeluarkan anak ya Moms. Jika padat dank eras, akan dapat menyebabkan rasa sakit saat proses buang air besar. Selain itu, juga dapat menghambat proses belajar Si Kecil karena ia akan menahan buang airnya.

 

Jika hal tersebut terjadi, Moms harus mulai memperhatikan asupan nutrisi Si Kecil. Pastikan serat dan asupan airnya cukup. Lalu, yakinkan pada Si Kecil bahwa buang air besar tidak menyakitkan lagi bila kotoran yang dikeluarkan melunak. 


Nah Moms, itulah beberapa cara bagaimana memuali toilet training pada Si Kecil. Semoga berhasil!

Friday, July 9, 2021

Cara Mendidik Anak Agar Tidak Manja Kepada Orangtua

Proses mendidik si kecil merupakan suatu proses dan aktivitas yang bisa dikatakan cukup sulit. Terutama untuk orangtua yang baru memiliki anak, mendidik anak merupakan suatu tugas yang tergolong cukup berat karena minimnya pengalaman.

Bagi Anda yang kesulitan, Anda tidak perlu khawatir. Pasalnya, kami punya beberapa tips yang bisa Anda aplikasikan. Semua akan kami bahas di bawah ini:

1.  Konsisten Terhadap Apa yang Diucapkan

Mulailah mendidik si kecil dari diri sendiri. Salah satunya adalah dengan konsisten terhadap ucapan. Anak yang manja umumnya disebabkan oleh orangtuanya yang tidak konsisten terhadap perkataannya.

Contohnya seperti saat si kecil minta dibelikan sesuatu,lalu bunda bilang “tidak”. Akan tetapi, karena pusing dengan rengekan, akhirnya bunda membelikannya. Hal ini akan dijadikan senjata oleh anak-anak bahwa jika dia merengek maka akan dibelikan sesuatu.

2.  Jangan Pernah Berbohong Kepada Anak

Sebisa mungkin bunda hindari hal-hal yang mengandung unsur kebohongan. Pasalnya, anak-anak mencontoh apa yang bunda lakukan. Jika bunda jujur, maka si kecil pun akan jujur dan tidak berbohong.

Jika bunda tidak berbohong, itu artinya bunda sedang mengajari si kecil bagaimana cara berperilaku yang benar.

Mendidik Anak

3.  Selalu Memberikan Penjelasan

Pada saat permintaan anak tidak bunda turuti, mereka akan menangis, kesal, bahkan hingga marah. Nah, pada kondisi ini, maka usahakanlah untuk menjelaskan detail kenapa Anda tidak bisa memenuhi apa yang mereka minta.

Selain itu, jangan pernah mengubah keputusan bunda. Jika bunda sudah tidak mau membelikan, maka usahakan untuk memegang teguh keputusan tersebut.

4.  Jangan Lupa Untuk Selalu Memuji

Pujian sangat penting sekali untuk anak-anak. Pujilah mereka saat melakukan berbagai aktivitas. Contohnya pada saat Anda meminta tolong pada si kecil untuk mengambilkan barang. Ucapkan terima kasih dan puji mereka.

Hal ini juga berlaku untuk berbagai aktivitas yang lain agar mereka semangat untuk melakukannya.

Itulah beberapa cara mendidik anak yang tergolong mudah bagi siapa saja, khususnya bagi orangtua yang baru memiliki anak pertama. Dengan mengetahui cara mendidik yang tepat, maka si kecil akan tumbuh menjadi anak yang pintar dan juga berbakti kepada kedua orangtua.

 


Wednesday, July 7, 2021

Kandungan Sukrosa pada Makanan, Bahaya atau Tidak?


Kandungan sukrosa sulit dihindari karena terdapat pada banyak jenis makanan manis. Berbahaya atau tidak? Itu tergantung pada jumlah sukrosa yang dikonsumsi.


Sukrosa dalam kehidupan sehari-hari akrab disebut dengan gula. Baik gula pasir murni atau gula merah. Kandungan sukrosa terdapat pada berbagai jenis makanan alami dan buatan. Sukrosa adalah disakarida yang tersusun dari glukosa dan fruktosa.


 Glukosa dan fruktosa sendiri merupakan monosakarida atau gula dalam bentuk terkecil yang tidak bisa dipecah lagi. Fruktosa memiliki rasa yang manis dan glukosa tidak terlalu manis. Rasa sukrosa sendiri adalah gabungan dari keduanya. Tidak lebih manis dari fruktosa, tetapi lebih manis dari glukosa.


Ketika sukrosa masuk ke dalam tubuh, dua molekul penyusunnya yaitu glukosa dan fruktosa akan dipecah. Glukosa akan diolah menjadi energi, sedangkan fruktosa akan disimpan terlebih dahulu sebagai lemak. 


Sukrosa alami banyak terdapat pada buah, sayur dan biji-bijian. Dalam makanan olahan, sukrosa bersumber dari tebu, jagung, dan bit. Olahan yang dihasilkan di antaranya: minuman kemasan, olahan coklat, es krim, permen dan makanan manis lain yang amat disukai si kecil.


Bukan hanya anak kecil, orang dewasa pun banyak yang mengidolakan makanan manis. Rasa manisnya dipercaya bisa memperbaiki mood, menambah energi, dll.



Jumlah Kandungan Sukrosa


Kandungan sukrosa yang aman dikonsumsi, sebenarnya tidak lebih dari 25 gram atau enam sendok makan pada anak usia 2-18 tahun. Pada anak di bawah dua tahun malah tidak dianjurkan. Anak lebih baik diarahkan makan-makanan sehat dan alami.


Dalam industri makanan, sukrosa merupakan bahan yang paling banyak digunakan. Jika dikonsumsi berlebihan, si kecil akan menolak makanan sehat yang diberikan. Padahal, makanan dengan gizi seimbang sangat penting bagi tumbuh kembangnya.

Penting bagi para ibu membatasi asupan sukrosa yang terdapat pada makanan kemasan. Terutama pada anak-anak yang sulit dijauhkan dari makanan manis. Anda bisa mengganti camilan kemasan dengan makanan yang dibuat sendiri di rumah.


Akan tetapi, jika si kecil tidak bisa dipisahkan dengan camilan manis, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Anda juga bisa memberi asupan nutrisi untuk si kecil dengan memberinya Lactogrow yang hadir dengan kandungan sukrosa 0 gram.